Friday, November 6, 2009

bukan Manohara yg Model itu..^^

(it has been posted on facebook on Wednesday)

Alkisah di negara Pancala terdapat 2 kerajaan yang saling berbeda. Kerajaan bagian Utara disebut sebagai Kinnara, hidup makmur, rukun dan tentram, dipimpin oleh Raja Druma. Kerajaan bagian Selatan justru sebaliknya, memperlakukan rakyatnya dengan kejam dan tak berperikemanusiaan.
Raja Kerajaan Selatan yang melihat kenyataan ini menjadi marah, daerah kerajaannya makin lama menjadi kosong karena ditinggalkan penduduknya menuju Utara. Ia lalu membuat sayembara, barangsiapa yang bisa membawa naga sakti bernama Janmacitraka yang tinggal di Kerajaan Utara dan membuat kemakmuran di negeri itu ke kerajaannya, akan mendapatkan hadiah berupa emas yang banyak. Tetapi pemburu sakti Halaka malah menangkap Manohara.

Putri bungsu dari Raja Kinnara di Kerajaan Utara bernama Putri Manohara, berbentuk setengah manusia dan separuh burung, sering mandi di tepian danau. Manohara punya kekuatan untuk merubah dirinya menjadi manusia, perempuan yang sangat cantik dengan suara yang mempesona. Hal.. Dengan kesaktiannya, Manohara pun ditangkap oleh Halaka.



relief transaksi barter pangeran sudhana-Halaka
(Candi Borobudur)Halaka bergegas menyerahkan tawanannya pada Pangeran Sudhana dari Kerajaan Selatan. Namun Pangeran Sudhana malah terpesona pada kecantikan Manohara, ia berniat mengembalikan putri bungsu Raja Kinnara. Kemudian, Pangeran Sudhana melamar Manohara dan mereka berdua menikah. Manohara pun diboyong ke Kerajaan Selatan.

Raja Kerajaan Selatan, ayah kandung Pangeran Sudhana bermimpi buruk bahwa anaknya akan merebut tahtanya. Ia mendatangi para penasehatnya untuk menterjemahkan mimpi itu. Para penasehat kerajan mengatakan untuk tidak mempercayai mimpi yang tidak benar dan menganjurkan mengadakan sebuah ritual pengorbanan. Adapun yang dikorbankan itu haruslah bangsawan Kinnan dari Kerajaan Utara, yang tak lain dan tak bukan adalah Manohara sendiri.



relief manohara dalam pelarian
(Candi Borobudur)Sesampainya di istana, Pangeran Sudhana tidak menemui Manohara. Dari ibunya ia mendapat penjelasan bahwa ayahnya dipengaruhi oleh penasehat kerajaan untuk mengorbankan istrinya. Pangeran Sudhana kecewa, lalu mencari Halaka untuk mencari tahu keberadaan istrinya.
Sementara itu, Manohara yang dalam pelarian dari Kerajaan Selatan, ia dalam perjalanan menuju kerajaan ayahnya di Kerajaan Utara.

Pangeran Sudhana lalu menuju Kerajaan Utara untuk mencari Manohara. Dalam perjalanannya, ia melewati tempat pemandian Manohara di tepi danau. Ia bertemu dengan para dayang Manohara tapi tidak dengan istrinya. Pangeran Sudhana melemparkan cincin pemberian Manohara ke danau, tanda bahwa ia sudah mencarinya. Ketika cincin itu dilempar, Manohara muncul. Kemudian mereka berdua menuju Kerajaan Utara.



relief sayembara panah pangeran sudhana
(Candi Borobudur)Pangeran Sudhana dan istrinya, atas permintaan dari ayahanda Manohara, Raja Druma, akhirnya tinggal sementara di Kerajaan Utara. Sekian lama mereka tinggal di kerajaan itu, Pangeran Sudhana meminta diri untuk kembali ke Kerajaan Selatan dan menuntut atas tindakan ayahandanya pada istrinya.
Pangeran Sudhana memberontak pada Kerajaan Selatan, merebut tahta itu dari ayahandanya. Tak lama kemudian, ia berhasil menjadi raja di Kerajaan Selatan, kemudian di Kerajaan Utara, Raja Druma yang sudah tua turun tahta dan menyerahkannya pada Pangeran Sudhana. Lewat Pangeran Sudhana, kerajaan di Pancala yang saling berseberangan dan berbeda ini disatukan untuk hidup dalam kemakmuran dan kedamaian.

Kisah Putri Manohara, dikenal di negara-negara dengan penduduk mayoritas pemeluk Buddha seperti India, Tibet, Thailand, dan di Candi Borobudur yang dibangun di antara Kali Elo dengan Progo, Kabupaten Magelang, sekitar abad ke-8 masa Dinasti Syailendra itu. Begitulah kata Budayawan Borobudur Ariswara Sutomo yang juga penulis buku Temples of Java. Menurut dia, kasus Manohara mirip dengan kisah Putri Manohara - tercatat dlm Buku Jataka-Avadana-, yang terpahat di sebelah barat, lorong lantai dua relief Candi Borobudur.

kisah ini pernah diangkat ke dalam film oleh India di tahun 1954 dengan judul yang sama, 'Manohara'. Film 3 seri ini menggunakan bahasa Tamil, diproduseri oleh Jupiter Laboratories, skrip naskah ditulis oleh Karunanithi, namun tidak diketahui siapa yang menyutradarainya.

ini film india'y..coba yg main katrina kaif sm john abraham yahhh..^^
hhmmm.. ato aiswarya sm abishek ?.. hoho..

Lah....emang mirip yah ama crita si mano endud itu? kalo emg mirip...ati2 dah ngasi nama anak.. hihi..^^v

No comments:

wibiya widget

Pages

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails